Trader Pemula Cocok Pakai 4 Gaya Trading Populer Ini

Trader Pemula Cocok Pakai 4 Gaya Trading Populer Ini!

 

Gaya Trading –  Trading atau instrumen lain harus memiliki strategi yang disesuaikan dengan gaya perdagangan masing-masing. Tentu saja, Kamu tidak akan bisa membeli dan menjual aset jika tidak memiliki strategi yang baik. Setiap orang memiliki pendekatan dan teknik mereka sendiri untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga aset.

Performa Buddy Cuan akan ditentukan oleh keduanya, terutama gaya dan pendekatan tradingnya, saat ia mencoba peruntungannya dengan grafik dan statistik yang sulit. Operasi jual beli jangka pendek disebut sebagai aktivitas perdagangan. Teknik yang digunakan oleh pedagang aktif berbeda secara signifikan dari yang digunakan oleh investor jangka panjang.

Dalam dunia trading, para trader umumnya akrab dengan empat gaya trading yang berbeda, yang masing-masing memiliki kelebihan. Tentu saja, risiko dan kemungkinan imbalan dari masing-masing strategi ini berbeda. Mari kita lihat beberapa gaya trading paling sering yang benar-benar dapat kamu coba!

Sumber Gambar: di sini

1. Position Trader

Dalam jangka menengah hingga panjang, position trader mendapat untung dari naik turunnya grafik. Mereka biasanya menunggu tren harga aset sebelumnya sebelum masuk atau keluar dari pasar. position trader biasanya membeli saham di bagian bawah zona dukungan tren naik.

Mereka biasanya hanya mencoba memprediksi naik turunnya pergerakan pasar. trader, di sisi lain, tidak berusaha untuk memprediksi harga. Mereka akan menjual saham mereka pada harga yang lebih tinggi jika saham tersebut hampir menembus tkamu resistance.

Kelebihan trader ini adalah aktivitas ini tidak terlalu menegangkan dibandingkan perdagangan harian. Trader yang melakukan trading sebagai hobi lebih cenderung melakukan ini.

Kerugiannya adalah ketika volatilitas kuat, pedagang posisi merasa sulit untuk melakukan bisnis mereka di pasar modal.

2. Trader Harian

Ini adalah jenis trading yang paling populer di pasar. Selain itu, banyak trader pemula yang melakukan trading untuk menghabiskan waktu selama karantina mandiri setelah wabah. Operasi trading sering dilakukan pada hari yang sama oleh trader harian. Dia akan membeli aset dengan harga yang lebih rendah ketika pasar baru dibuka. Ketika nilai aset naik, dia akan segera menjualnya. Trader harian sangat rajin dalam hal memotong kerugian. Trader jenis ini lebih memilih untuk menjual dalam keadaan merugi daripada menahan sahamnya sampai besok jika harga saham yang dibelinya mandek atau bahkan jatuh saat sesi perdagangan mendekati akhir.

Tersedianya mekanisme bottom auto reject (ARB) di pasar saham Indonesia sangat menguntungkan para trader ini. Bahkan jika harga saham turun, metode ini memastikan bahwa trader harian tidak kehilangan lebih dari 7% dalam satu hari.

Trader harian di Indonesia biasanya dikenakan biaya yang lebih rendah oleh perusahaan sekuritas. Perdagangan hari biasanya dilakukan oleh spesialis yang berpengalaman dalam analisis teknis fluktuasi harga aset. Untuk menghindari kehilangan momentum, trader harian harus mengawasi perubahan harga setiap saat. Selain itu, jika harus cut loss sebelum menutup, Kamu harus menyiapkan mental baja.

baca juga: Ini Dia Mata Uang Kripto yang Punya Masa Depan Cerah

3. Swing Trader

Jika posisi trader mundur berulang kali saat pasar bergejolak, tidak demikian halnya dengan swing trader yang benar-benar memanen uang. swing trader lebih mungkin daripada position trader untuk menyimpan aset untuk waktu yang lebih singkat. Ide di balik strategi trading ini adalah membeli saat harga aset mulai menembus dan menjual saat tren diperkirakan telah mencapai puncaknya.

Akibatnya, swing trader sering mendasarkan operasi mereka pada algoritme berbasis pergerakan saham. Algoritme ini hanya memberi tahu kamu kapan saat optimal untuk menjual atau membeli, tetapi tidak memberi tahu kamu berapa harga jual tertinggi dan terendah.

Algoritma trader ini tentu saja lebih akurat ketika ada banyak data. Swing trader akan kesulitan menganalisa pasar jika kurang gesit.

4. Scalping Trader

Scalping mungkin bisa dilakukan jika kamu adalah trader berpengalaman dengan modal besar dan ingin menghasilkan uang dengan cepat. Waktu seorang scalper untuk membeli dan menjual saham relatif singkat, mulai dari beberapa menit hingga berjam-jam. Scalper hanya tertarik pada pergerakan beberapa saham atau komoditas dalam waktu singkat.

Akibatnya, keberhasilan atau kegagalan seorang scalper akan ditentukan oleh kemampuan analitisnya. Mereka sering mengabaikan analisis dasar dan hanya mengkamulkan analisis teknis. Scalper menggunakan berbagai grafik pada grafik menit dan jam, termasuk rata-rata bergerak, stokastik, dan bollinger band.

Karena aset tidak disimpan untuk jangka waktu yang lama, scalper tidak harus mengalami kerugian besar saat memotong kerugian. Strategi ini bisa sangat bermanfaat jika dilakukan dengan benar dan dengan analisis yang memadai.

Seorang scalper yang sukses, di sisi lain, harus memiliki banyak stamina untuk dapat terus memantau pergerakan saham untuk membeli dan menjual pada waktu yang ideal. Akibatnya, calo biasanya tidak berdagang setiap hari, melainkan hanya ketika ada momentum tertentu.

Itu dia 4 gaya trading populer yang bisa dicoba oleh trader pemula.