7 Kesalahan Fatal Para Investor Pemula

7 Kesalahan Fatal Para Investor Pemula

Investor Pemula – Investasi saham saat ini menjadi salah satu pilihan yang paling diminati oleh konsumen, khususnya kaum milenial yang baru ingin berinvestasi. Maraknya investor pemula di tengah wabah Covid-19 menjadi buktinya.

Namun, ketika berbicara tentang investasi saham, ada beberapa hal yang harus diingat oleh investor pemula. Alasan dibaliknya adalah karena masih banyak investor pemula yang belum berinvestasi secara maksimal dan hanya berinvestasi karena tergiur dengan insentif pemasaran, seperti kode referral (member get member).

Download Twibbon

Ada banyak kesalahan yang sering dilakukan oleh investor yang belum berpengalaman, antara lain sebagai berikut:

1. Tidak Memiliki Strategi Keuangan atau Tujuan Investasi

Berinvestasi bukan hanya untuk keuntungan; itu juga untuk tujuan memenuhi tuntutan keuangan masa depan. Investor sering melakukan kesalahan dalam berinvestasi dan merugi jika tidak memiliki strategi keuangan yang matang dan tujuan investasi yang ditetapkan. Misalnya, menjual portofolio saham mereka untuk membiayai dana darurat (yang seharusnya sudah disiapkan sejak awal) atau bahkan mengambil pinjaman untuk mulai berinvestasi.

2. Menunda Investasi

Berbagai alasan sering ditawarkan untuk menunda investasi, dengan alasan menunggu waktu yang tepat. Padahal, IHSG, misalnya, memiliki kecenderungan naik dalam jangka panjang, membuat harga saham, khususnya ekuitas berkualitas, semakin sulit dicapai.

baca juga: Kelebihan Investasi Emas yang Jarang Diketahui

3. Kesalahpahaman Tentang Investasi

Banyak investor baru yang masih belum bisa membedakan antara investasi, perjudian (gambling), trading, dan saving. Alasannya, masih banyak orang yang tergiur dengan janji “investasi nol/risiko rendah, hasil besar”. Akibatnya, banyak investor yang tidak berpengalaman memasukkan uang mereka ke dalam produk tanpa aset dasar atau arus kas prospektif. Akhirnya, investasi yang telah dilakukan tidak akan dapat memenuhi tujuan dari keuangannya.

Source Picture: di sini

4. Investo Pemula Mudah Menyerah

Berinvestasi di pasar saham terkadang digambarkan sebagai menghasilkan keuntungan yang cepat, dengan investor meninggalkannya segera setelah kerugian muncul. Mereka percaya perdagangan saham bukan untuk mereka karena mereka sebelumnya telah kehilangan uang. Pada kenyataannya, metode investasi saham seperti analisis fundamental dan teknikal harus dikuasai. Ide ini sering diabaikan oleh investor pemula, membuat mereka berinvestasi hanya berdasarkan saran orang lain, kebutuhan akan pengembalian segera, dan sebagainya.

5. Mengabaikan Risiko

Filosofi risiko tinggi dan imbalan tinggi tidak hanya berlaku untuk investasi. Ironisnya, banyak investor yang tidak berpengalaman masih terlalu fokus pada daya pikat keuntungan yang diproyeksikan dan mengabaikan kemungkinan bahaya yang mereka hadapi, seperti yang terjadi akhir-akhir ini dengan cryptocurrency. Ini berlaku juga untuk alokasi portofolio yang tidak atau belum terdiversifikasi, ibaratnya hanya terdiri dari perusahaan dari industri yang sama.

6. Kecerdasan Emosional

Alasan emosional sering mendorong investor pemula untuk membuat keputusan investasi. Mereka biasanya melakukannya karena mereka melihat tren pasar yang sedang berkembang dan mengikutinya tanpa terlebih dahulu mengevaluasinya. Sebagai akibat dari emosi ini, investor pemula dapat memperoleh terlalu banyak berbagai jenis saham, menjadi terlalu terikat secara emosional dengan ekuitas tertentu, atau bahkan membuat kesalahan yang disebutkan sebelumnya: asyik dengan investasi yang buruk.

baca juga: Ini Dia Mata Uang Kripto yang Punya Masa Depan Cerah

7. Menggunakan Pendekatan yang Salah

Seorang investor pemula harus memanfaatkan strategi/metode yang tepat untuk mendapatkan hasil investasi terbaik. Sayangnya, banyak orang terjebak dalam saham yang belum pernah mereka dengar, lebih memilih untuk menggunakan analisis teknis daripada penelitian fundamental, mengabaikan biaya perdagangan, yang mengikis keuntungan portofolio, menolak untuk memotong kerugian bahkan jika diperlukan, dan tidak memperhatikan portofolio. perkembangan sejauh ini.

itu dia kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para investor pemula. Jika kamu sudah mengetahuinya, hindari dan perbaiki cara investasimu agar dapat mengahasilkan keuntungan yang besar.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Investor Ruang Guru Investing Ipo Investor PasifInvestor Ritel Return Investasi