Ada 3 Tipe Investor, Kenali Dirimu Sebelum Berinvestasi!

Ada 3 Tipe Investor, Kenali Dirimu Sebelum Berinvestasi!

Tipe Investor – Jika kamu pemula atau seorang yang baru akan terjun ke dunia investasi, belajar dan memahami profil risiko merupakan salah satu hal yang sangat penting sebelum memulai investasi. Profil rsiko dapat diartikan sejauh mana seseorang dapat mentolerir risiko investasi.

Dengan profil risiko dapat menentukan investasi yang tepat. Ada orang yang bisa menangani risiko tinggi, tetapi ada juga yang hanya bisa menangani risiko rendah. Satu profil risiko belum tentu lebih baik dari yang lain.

Selain itu, tidak semua orang cocok dengan instumen yang ada seperti saham, obligasi, sukuk dan lain-lain. Kamu bisa menentukan instumen mana yang cocok sesuai kriteria dengan profil risiko.

Profil risiko secara umum terbagi menjadi tiga tipe, apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga : 7 Kesalahan Fatal Para Investor Pemula

  1. Tipe Konservatif (Penghindar Risiko/Risk Averter)

Tipe ini merupakan tipe yang berprofil risiko paling rendah atau investor memilih investasi rendah.

Karakteristik Investor seperti ini menginginkan investasi yang aman, profitabilitas (yield) cenderung stabil dan takut investasi utama akan menurun.

Salah satu tujuan investasi investor konservatif adalah membiarkan uang mereka tumbuh setidaknya di atas tingkat inflasi tahunan, tetapi tidak pada tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.

Investasi yang cocok untuk tipe ini adalah deposito atau reksa dana pasar uang.

Umumnya, suku bunga deposito (terutama pada bank pemerintah) lebih rendah dari kupon atau imbal hasil obligasi pemerintah (SBN). Suku bunga deposito pada umumnya mengikuti suku bunga acuan yang diterbitkan secara berkala oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia. Sederhananya, ketika referral rate naik, begitu juga dengan deposit rate, dan sebaliknya. Simpanan tidak hanya di bank umum, tetapi juga di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Dan beberapa produk reksa dana pasar uang juga mengungguli deposito. Namun, risiko yang umum terjadi di antara jenis reksa dana lainnya, seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham, atau Reksa Dana Campuran adalah yang paling rendah.

  1. Tipe Moderat

Tipe yang kedua adalah tipe yang berprofil risiko sedang atau investor fleksibel dalam memilih investasi, baik yang risikonya tinggi maupun rendah. Dengan strategi ini, investor moderat cenderung mengincar pengembalian yang relatif tinggi sambil mencoba meminimalkan risiko.

Investasi yang cocok untuk tipe moderat ini bebas, dapat memilih yang berisiko tinggi seperti saham ataupun reksadana yang berisiko rendah.

Tidak hanya berinvestasi di saham, investor moderat juga membeli obligasi atau reksa dana campuran. Selain potensi pendapatan dari saham tinggi, investor moderat juga melirik obligasi pendapatan tetap.

Jenis investor ini tidak lebih berani dari investor agresif, tetapi cenderung lebih berani dari investor konservatif. Investor moderat biasanya menginginkan pengembalian yang lebih tinggi daripada produk deposito bank, tetapi dengan risiko yang dikelola.

Baca Juga : Jenis Investasi Properti Terbaik yang Menguntungkan

  1. Tipe Agresif (Penyuka Risiko/Risk Taker)

Dan yang terakhir yaitu tipe dengan profil risiko tinggi atau investor berani menempatkan sebagian besar dananya pada sarana investasi berisiko tinggi seperti saham atau reksa dana saham. Sesuai dengan risikonya, investor agresif cenderung menginginkan keuntungan yang besar.

Tentu saja, potensi kerugian investor agresif juga tinggi. Prinsip high-risk, high-return dapat dengan mudah dmelekata oleh tipe investor ini.Dalam beberapa kasus, investor agresif tidak menginvestasikan seluruh dananya pada kendaraan investasi berisiko tinggi. sebagian diversifikasi, sebagian kecil dana juga sering diinvestasikan pada instrumen lain yang berisiko lebih rendah, seperti deposito.

Dana disimpan dalam deposito berjangka atau deposito yang dibuat untuk mengantisipasi gejolak pasar saham. Dana ini digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk membeli saham dengan harga murah saat pasar sedang lesu atau sebagai dana cadangan untuk kebutuhan sehari-hari.

Itu dia pembahasan mengenai tipe-tipe investor. Setelah mengetahuinya, kamu termasuk tipe investor yang mana?

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Forex Dan Saham Saham Atau Forex Trading Atau Investasi